KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN

Baru saja ikut kulwapnya mbak Diana dengan materi komunikasi kepada pasangan. Maasyaa Allah…banyak sekali hal yang selama ini saya abaikan terkait komunikasi dengan suami. Saya jadi merasa harus lebih banyak lagi instropeksi diri. “Fokuslah perbaiki diri sendiri sebelum menuntut lebih kepada pasangan”. Mak jleb sekali…

Banyak step yang dipaparkan oleh mba Diana secara runtut dan jelas. Semakin diperdalam, semakin terasa diri ini sering sekali khilaf. Salah satu yang mengena bamget, gengsi, kata kunci yang harus saya ingat betul. Memang selama ini terkadang saya masih gengsi untuk memulai ini dan itu. Gengsi meminta maaf terlebih dulu, gengsi bilang sayang, gengsi minta tolong dan masih banyak gengsi untuk banyak hal.

Cara menyampaikan pendapat pun ternyata masih kurang tepat. Seperti yang dijabarkan oleh mbak Diana, pintu surga akan terbuka lebar untuk para istri sholihah yang menjaga sholat fardhunya, puasanya, juga ketaatan kepada suaminya. Tentu tidak mudah. Pesan dari mbak Diana, setelah kita lakukan langkah-langkah yang diuraikan, namun pesan kita masih tertolak, maka jawabannya, taat sajalah, selama apa yang suami perintahkan tidak bertentangan dengan syariat. Dan jangan lupa doakan dan sebut namanya dalam sholat agar Allah melembutkan hatinya.

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita

Ibu, tepatilah janjimu…

 

“Ibuk, waktu itu kan ibuk janji mau bikinin alfar teh waktu pulang sekolah, tapi belum dibikin !”, tagih anak saya dengan agak kesal. Saya kebingungan.

 

“Kapan mas? ko ibuk gak inget ya? “, tanya saya.

 

“Itu lho buk, waktu pulang sekolah terus ibuk beli gudeg. Alfar minta teh tapi ibuk bilang nanti di rumah mau ibuk bikinin”

 

Otak saya masih muter-muter, dan akhirnya ingat. Astaghfirulloh…iya, itu sudah seminggu yang lalu. Kami mampir beli lauk, dibungkus dibawa pulang karena saya tak sempat masak. Memang saya janjikan untuk bikinin teh karena waktu itu panas terik, kasian kalau harus panas-panasan lagi menunggu teh jadi.

 

Saya buru-buru memeluk anak saya.

“Maaf ya ibuk tidak menepati janji, sudah lupa gak bikinin alfar teh, yuk sekarang ibuk bikinin”

 

Alhamdulillah, anak saya mau menerima permintaan maaf saya, ceria lagi seperti biasanya.

 

Saya jadi merenung, bisa jadi banyak janji yang selama ini tidak saya tepati. Terlihat sepele bagi kita manusia dewasa, tapi sangat berarti bagi anak-anak kita, bahkan hanya sekedar segelas teh manis. Pengingat bagi saya ibunya, jangan sampai kelak anak saya menjadi manusia yang hobi  ingkar janji hanya karena meniru kesalahan ibunya selama masa kecilnya.

 

Astagfirullohal’adzim, semoga Allah SWT mudahkan kita para orang tua untuk bertindak sabar dan benar dalam membersamai anak-anak kita. Aamiin

 

#TantanganRumlitIPBekasi
#DiariIbuProfesional
#CeritaIbu
#CeritaKeluarga
#CeritaKita

RAK JUALAN

Karena adanya tambahan produk baru, maka saya pun harus mempersiapkan rak baru. Rak di rumah sudah ada, namun size yang terlalu besar membuat penyimpanan kurang efektif. Untuk itu, harus ada perbaruan.

Rencana akan saya buat sekat lebih kecil dari karton duplek agar lebih rapih dan muat lebih banyak.

#RuangBerkaryaIbu
#Ibu Profesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day50

PENCATATAN PENJUALAN

Bagi ibu dua anak seperti saya, pencatatan penjualan bukan hal yang mudah, beberapa buku terkadang tercecer untuk mainan anak anak. Di grup RBI sedang banyak berbincang mengenai aktivitas go green, saya jadi terbesit kembali untuk hemat kertas.

Jadilah mulai hari ini saya memakai binder untuk pencatatan, selain hemat kertas, sy pun juga bisa hemat tenaga, lebih praktis dan simple. Tidak harus menyediakan beberapa buku, cukup 1 binder saja untuk semua pencatatan…

Benar adanya ya, bahwa petunjuk itu bisa Allah datangkan dari banyak jalan. Alhamdulillah…

#RuangBerkaryaIbu
#Ibu Profesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day49

Stok Opname

Sebelum libur lebaran, saya sudah stok opname untuk semua produk, catatan sudah rapih. Tapi 2 hari sebelum mudik, ada reseller yang meminta izin untuk meminjam produk saya selama mudik, agar bisa dijualkan di Cikarang. Koko dan mukena dibawa salah satu reseller saya, jilbab dibawa juga reseller saya yang lain.

Hari ini, jilbab baru dikembalikan. Yang terjual banyak alhamdulillah, jadi saya harus lis ulang produk ready yang ada. Hari ahad saat di Jatibarang, saya juga sudah order jilbab lumayan banyak untuk dikirim hari Senin ke Cikarang. Hari ini juga datang.

Jadi, lis kerjaan saya besok adalah mencatat kembali lis ready stok jilbab, kemudia share ke grup reseller agar reseller maupun member bisa segera memilih jilbab mana yang mau diorder.

Bismillah semoga Allah mudahkan. Aamiin

#RuangBerkaryaIbu
#Ibu Profesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day48